Karena keterbatasan waktu, biaya dan tenaga maka satu-satunya cara kita
mengecek kualitas merk CCTV secara efisien hanya melalui internet dan
bertanya kepada teman-teman. Kan tidak mungkin berangkat sendiri ke Cina
hanya untuk membeli paket CCTV sejumlah 4 - 5 juta. Tiket dan
akomodasinya saja lebih dari itu. Belum lagi masalah garansi produknya.
Masak mau dikirim ke Cina untuk retur atau servis.
Nah, pertanyaannya adalah ngecek di website mana ? Kan semua orang
selalu ngomong produknya paling bagus, paling murah, paling banyak
digunakan oleh perusahaan-perusahaan terkenal. Kita toh tidak bisa
percaya begitu saja dengan testimony klien...ini dunia maya dimana
identitas bisa dipalsu, telepon bisa ditulis tapi "Telepon yang anda
tuju tidak terdaftar !" atau tersambung namun tidak pernah diangkat.

Untungnya ada tokobagus.com yang kini berubah menjadi Olx.co.id yang
bisa kita jadikan acuan untuk menilai kepopuleran suatu produk. Anda
bisa mengetikan kata "Samsung Galaxy" di OLX dan langsung muncul ratusan
iklan dari seluruh Indonesia. Atau "Evercross" yang jumlahnya juga
hampir sama dengan iklan Samsung.
Jumlah iklannya akan menjadi puluhan jika anda mengetikkan merk "Mito",
"Xiaomi" atau "Nexus". Anda akan melihat tulisan 0 data untuk pencarian
jika mengetikan "Nito" atau "LalaMi". Karena memang tidak ada merk hape
Nito dan LalaMi di pasar Indonesia.
Namun anda salah jika berpikir bahwa jumlah iklan yang banyak berarti
merk tersebut produknya paling bagus. Anda harus memahami perbedaan
barang bagus dengan barang terkenal. Barang terkenal adalah barang yang
paling dikenal masyarakat. Merknya telah menjadi merk generik sehingga
bisa diterima oleh pasar dan diasumsikan dengan produk berkualitas.
Produk terkenal dengan produk yang berkualitas itu berbeda. Barang
berkualitas itu biasanya mahal sehingga tidak bisa dibeli semua orang.
Sebagai contohnya HP Samsung Galaxy S6 dengan iPhone 6. Keduanya
sama-sama bagus dan berkualitas. Tetapi penjualan Samsung Galaxy S6
lebih banyak daripada iPhone 6 karena harganya lebih murah. Artinya
orang yang mampu beli S6 lebih banyak daripada orang yang mampu beli
iPhone 6. Karena itulah jumlah iklan Samsung di OLX.com lebih banyak
daripada iPhone 6.
Quote:Nah,
mengapa harus menggunakan tokobagus sebagai referensi untuk menilai
suatu produk ? Pertama, tokobagus...eh OLX... susah di manipulasi
informasinya.
Tidak mungkin membuat ratusan iklan yang berbeda deskripsi, foto dan
nomer penjualnya setiap hari. Apalagi sekarang iklan gratisan di OLX
hanya dibatasi maksimal 10 per user.
Kedua, OLX adalah portal jual beli terbesar dan terkenal di Indonesia. Jadi hampir semuanya menggunakan OLX untuk menjual produknya.
Ketiga atau terakhir, untuk mengecek harga produk yang paling
up-to-date dan bersaing. Sekalipun tidak ada patokan harga yang tepat,
tetapi ada range harga yang bisa kita dapatkan, misalnya untuk kamera
CCTV Avtech KPC133 antara 400 hingga 500 ribu.
Tentu saja anda bisa mengunakan portal jual beli lainnya untuk
mendapatkan informasi harga dan kualitas suatu produk. Ada Lazada.co.id
yang mengkhususkan menjual produk baru atau Kaskus.co.id yang lebih
tepat dimasukkan sebagai forum terbesar di Indonesia. Kami menggunakan
OLX karena website tersebut memiliki brand jual beli yang kuat di benak
masyarakat Indonesia.
Nah, pertanyaannya adalah portal jual beli apa yang paling terkenal di
Cina ? Karena dari website itulah kita bisa mengetahui informasi merk
CCTV Cina terkenal dan terbagus. Dari portal jual beli Cina itulah kita
bisa mendapatkan informasi produk yang paling obyektif, terbaru dan
akurat.
Quote:Sebenarnya
ada tiga website yang paling terkenal di Cina,
Alibaba.com,Aliexpress.com dan TaoBao.com. Semua situs tersebut dimiliki
oleh grup Alibaba.com.
Sekalipun ketiganya adalah portal jual beli, namun segmen pasarnya
berbeda. Penjual yang ada di Alibaba.com adalah produsen dan perusahaan
besar atau distributor atau master dealer. Mereka hanya melayani
penjualan besar saja, tidak mau melayani anda yang hanya membeli 1 DVR
dan 4 CCTV. Tentu saja harga produknya super murah karena ada minimal
order.
Nah, anda harus membeli di AliExpress.com jika ingin membeli paket CCTV tadi.
Sedangkan TaoBao.com lebih dikhususkan sebagai portal jual beli
masyarakat Cina saja. Coba saja anda buka, dijamin termenung-menung
sendiri melihat tulisan dewa.
Dari Alibaba dan Aliexpress ini anda akan menemukan banyak sekali merk
CCTV di Cina sana, tetapi anehnya, hampir sedikit sekali yang dijual di
Indonesia. Contohnya Dahua, padahal merk itu terkenal di Cina dan India,
juga salah satu produsen CCTV terbesar di dunia. Mengapa bisa begini ?
Mudah sekali menjawab pertanyaan ini. Di kalangan importir, ada istilah
terkenal yang bunyinya, "Jual barang Cina itu gak enak di depan,
untungnya dinikmati orang lain." Karena siapa saja yang punya duit bisa
beli langsung dari pabriknya. Semakin banyak, semakin murah harganya.
Mereka tidak memiliki konsep ATPM atau Agen Tunggal Pemegang Merk.
Misalnya saja anda membeli produk Dahua. Anda mengeluarkan biaya
promosi, membayar sales keliling dan menghutangi downline agar bisa
memasarkan merk ini. Setelah babak belur bertahun-tahun akhirnya usaha
anda mulai menuai hasilnya. Merk Dahua diterima di Indonesia dan
penjualan anda meningkat selama beberapa waktu lalu terjun bebas
kembali.
Penyebabnya adalah importir baru yang juga ikut-ikutan menjual merk
Dahua. Harga jual mereka lebih murah dari anda karena tidak perlu
menambahkan biaya promosi produk. Lalu masuk importir baru lagi, tambah
lagi persaingannya. Tambah lagi importir baru, terus-terus dan terus
sampai harga jualnya nyungsep-sep. Kita yang susah, orang lain yang
menikmati hasilnya.
Kita sebagai pembeli tentu saja tidak tahu kualitas dan harganya.
Sekalipun anda sekarang sudah tahu cara mengecek merk dan harganya
melalui Alibaba tetapi anda tidak benar-benar tahu CCTV model ini dari
merk apa terus diubah jadi merk apa karena terlalu banyak pabrik CCTV di
Cina.
Sekalipun anda menemukan foto CCTV yang sama dengan CCTV yang anda beli tetap tidak bisa dijadikan patokan merk aslinya.
Karena chipset, image sensor dan komponen di dalamnya bisa saja berbeda.
Dengan kata lain anda membeli produk KW2 seharga KW1. Jangan
menyalahkan penjualnya karena keputusan pembelian sebenarnya di tangan
anda sendiri. Prinsip berdagang itu membeli semurah-murahnya lalu dijual
semahal-mahalnya. Kita semua tahu prinsip itu bukan ?
Produk yang demikian tidak bisa dikatakan sebagai CCTV palsu karena
memang tidak ada produk asli yang dipalsukan. Bukankah model dan disain
CCTV ya dari dulu seperti itu ? Penjualnya juga tidak bisa disebut
sebagai penipu...loh dia jual dengan merk yang berbeda dengan harga yang
berbeda juga kan ?
Jadi sebenarnya ada dua jenis CCTV Cina yang akan anda temui di pasaran.
Pertama, CCTV OEM. Yaitu CCTV yang dibuat dari pabrik yang sama, dengan
spesifikasi yang sama, kualitas yang sama, harga yang sama namun tanpa
merk pabriknya. Jenis yang kedua adalah CCTV model sama dengan
spesifikasi yang berbeda. Bisa lebih tinggi atau malahan lebih rendah
kualitasnya.

Nah, disinilah masalahnya, masalah bagi pembeli awam seperti kita ini.
Modelnya sama, specnya sama tapi kok harganya dan merknya beda. Yang
merk A harganya 2 kali lebih mahal dari merk B. Apa maksudnya ini ?
- Kemungkinan pertama, penjualnya mengambil untung terlalu besar.
- Kemungkinan kedua, penjualnya adalah tangan ketiga atau keempat.
- Ketiga, barangnya benar-benar berbeda.
Memang tidak enak menjadi penjual, selalu ditanggapi negatif lebih dulu.
Padahal tidak semua penjual benar-benar tukang cekik leher. Hanya
karena ada satu dua penjual yang tidak benar, semuanya dianggap seperti
itu. Bukankah masih ada kemungkinan bahwa kedua produk tersebut berbeda
kualitas sekalipun memiliki model yang sama ?
Bagaimana caranya kita bisa mengecek kualitas merk CCTV itu bagus dan
murah ? Gampang, anda harus membandingkan langsung merk yang satu dengan
merk lainnya sambil membaca spesifikasi teknis kamera dan DVR-nya.
Cara Mengecek Kualitas CCTV Cina
Oh...Tidaak ! Kami tidak menyuruh anda mendatangi satu-persatu penjual
CCTV. Tidak efisien itu. Ada banyak cara mengecek kualitas CCTV secara
online. Salah satunya melalui Youtube.com
Sayangnya, tidak semua merk CCTV bisa anda temukan di Youtube. Bukan
berarti merk tersebut jelek loh. Karena membuat video Demo CCTV itu
sedikit sulit, jadi tidak semua produsen bersedia berinvestasi di sana.
Atau bisa juga karena memang produknya berkualitas rendah sehingga hasil
rekamannya ya begitu itu. Ada harga ada rupa, betul tidak ?

Kami lebih menyarankan anda untuk melihat video CCTV di Youtube daripada
melihat gambar screenshot cameranya karena hasil akhir yang kita
butuhkan adalah video, bukan foto. Dari video kita bisa melihat
ketajaman image sensornya, akurasi warnanya dan frame rate-nya.
Jika merk CCTV yang ingin anda beli tidak ada di youtube, maka
pertimbangkan untuk mencari merk lainnya lebih dulu. Menunda sehari
tidak akan membuat dunia kiamat bukan ? Kamera dan DVR-nya memang murah,
tetapi anda belum memperhitungkan biaya pemasangan dan alat tambahan
yang memang tidak dimasukkan agar paket CCTV yang dijual kelihatannya
murah.

Berdasarkan data di OLX, rata-rata harga paket CCTV Cina yang murah
adalah Rp 2.000.000 - Rp 3.500.000. Bahkan beberapa seller mengatakan
sudah lengkap, tidak perlu keluar uang sepeser pun. Kami kagum sekali
dengan penjual yang militan seperti ini. Kok bisa masuk perhitungan
labanya ?
Dibutuhkan minimal 2 orang untuk memasang CCTV. Butuh waktu 1 hari kerja
untuk memasang 4 kamera. Setelah kamera terpasang, harus di sesuaikan
lagi angle view-nya. Kemudian di setting internet agar bisa di akses
melalui handphone. Jika lancar, benar-benar sehari selesai, dari jam 8
pagi hingga jam 5 sore. Jika ada trouble, maka butuh waktu 2 hari.
Karena CCTV adalah barang elektronik yang memiliki masa garansi yang
panjang, minimal 1 tahun maka biaya kunjungan, servis ataupun retur juga
harus diperhitungkan. Katakan saja, setelah seminggu terpasang,
tiba-tiba salah satu kamera mati tanpa sebab, maka biaya ini juga
menjadi tanggungan penjual loh.
Biasanya sistem kulakan CCTV cina itu sistem lepas, artinya unit yang
rusak tidak bisa dikembalikan ke importirnya. Pembeli memang mendapatkan
garansi, tetapi itu garansi toko, bukan dari principle-nya. Jadi yang
menanggung kerugiannya adalah Seller. Makanya kami kagum dengan penjual
yang militan ini.
Quote:Apakah
mungkin bisa mendapatkan Paket CCTV 4 channel plus biaya pemasangannya
denga uang 2-3 juta ? Dengan garansi 1 tahun, bisa merekam ? Bisa
dilihat dari ponsel dan dengan kualitas yang bagus dan servis yang
memuaskan ?
Mari kita belajar bersama-sama tentang sistem CCTV.
Kamera Analog - IP Camera - CCTV Hybrid
Ada dua fungsi utama CCTV, yaitu monitoring dan identifiying. Untuk
memonitor, kita memerlukan kamera yang memiliki sudut pandang luas.
Sedangkan untuk mengidentifikasi kita membutuhkan kamera yang tajam.

Karena itu ada dua jenis kamera CCTV yang beredar di pasaran, jenis dome
dan jenis bullet. Keduanya mewakili kebutuhan ini. Kamera dome memiliki
angle view yang luas, sedangkan kamera bullet sudut pandangnya sempit
(narrow view). Nah, kesalahan umum yang terjadi di masyarakat adalah
kamera dome itu adalah kamera indoor sedangkan kamera bullet itu untuk
outdoor.
Quote:Bukan
bentuk kamera Dome atau Bullet yang perlu anda perhatikan, tetapi
ukuran lensanya, sudut pandangnya dan Ingress Protection Code.
Memang 80% anggapan ini benar, tetapi tidak semua kamera bullet itu bisa
dipasang di luar ruangan. Anda harus melihat spesifikasinya, tepatnya
di bagian IP atau Ingress Protection. IP ini memiliki 2 angka yang
mewakili ketahanan produk terhadap debu, air dan tekanan. Anda bisa
melihat daftar lengkapnya diwikipedia. Untuk mudahnya, carilah kamera
yang memiliki IP67 untuk ditaruh di luar ruangan. Boleh menggunakan IP65
jika mau ditaruh di teras rumah.
Mengapa harus menggunakan kamera dome untuk fungsi pengawasan dan kamera
bullet untuk melihat wajah orang ? Kami akan menjawab pertanyaan ini
dengan pertanyaan pula, " Jenis kamera apa yang anda pakai ?"
Teknologi CCTV saat ini sedang mengalami perkembangan pesat yang bisa
disimpulkan dengan kalimat, "semakin murah dan semakin tajam." Jadi
sebenarnya tidak perlu lagi menggunakan dua kamera untuk dua fungsi yang
berbeda. Cukup satu kamera untuk mengawasi sekaligus mengenali benda
atau wajah seseorang.
Dua kamera yang berbeda itu anda perlukan jika menggunakan sistem CCTV
analog karena keterbatasan sensor kameranya. Teknologi analog ini sudah
terlalu tua untuk diterapkan di jaman ini, kemampuan maksimal sensornya
hanya 976x496 TVL. Dan ketajaman gambarnya pun akan berkurang lagi
karena harus dirubah dari format analog ke format digital.
Semoga kami dapat menjawab pertanyaan anda.
Hubungi Kami :
telephone: 021-6300-508
-phone: 0822-1320-9289
-phone: 0822-9732-4004
-phone: 0878-8672-8055
trims*